| DAFTAR ANAK YATIM, PIATU, FAKIR / PENERIMA BANTUAN UNTUK SEKOLAH | ||||
| NO. | N A M A | SEKOLAH | TINGKAT | ALAMAT |
| 1 | SRIWATI | TPQ DARUL KAROMAH | TPQ AL QUR’AN | KERTOMULYO |
| 2 | INTAN AZIMATUZ A | TPQ DARUL KAROMAH | TPQ AL QUR’AN | KERTOMULYO |
| 3 | ULI HIDAYATUN N | TPQ DARUL KAROMAH | TPQ AL QUR’AN | KERTOMULYO |
| 4 | FINAYANTI | TPQ DARUL KAROMAH | TPQ AL QUR’AN | KERTOMULYO |
| 5 | HENI TRI WULANDARI | MA SILAHUL ULUM | XI IPA | NGERANG |
| 6 | BADI’AH | MA SILAHUL ULUM | XI IPA | ASEMPAPAN |
| 7 | AH.MUHAJIR | MA SILAHUL ULUM | XI IPA | KERTOMULYO |
| 8 | NUR FAQIH | MA SILAHUL ULUM | XI IPA | TLUTUP |
| 9 | AJI PRAMUJI | MA SILAHUL ULUM | XI IPS 2 | AGUNGMULYO |
| 10 | NUR KHOLIS | MA SILAHUL ULUM | XI IPS 2 | KERTOMULYO |
| 11 | FAIZAL MAKMUN | MA SILAHUL ULUM | XI IPS 2 | KERTOMULYO |
| 12 | SITI SOFIATUN | MA SILAHUL ULUM | XI IPS 3 | REJOAGUNG |
| 13 | SUSIYANTI | MA SILAHUL ULUM | XI IPS 1 | TLOGOHARUM |
| 14 | SUMADI | MA SILAHUL ULUM | X C | ASEMPAPAN |
| 15 | M. SHOLIHAN | MA SILAHUL ULUM | X C | KERTOMULYO |
| 16 | M. ARIF SHOLKHAN | MA SILAHUL ULUM | X C | KERTOMULYO |
| 17 | SITI MUNAWAROH | MA SILAHUL ULUM | X B | SIDOHARJO |
| 18 | MOH. ARIF | MA SILAHUL ULUM | X B | ASEMPAPAN |
| 19 | NURUL MAGFIROH | MA SILAHUL ULUM | X B | ASEMPAPAN |
| 20 | AKLIS NUR FUAD | MA SILAHUL ULUM | X B | ASEMPAPAN |
| 21 | M. ALI MA’RUF | MA SILAHUL ULUM | X B | LANGGENGHARJO |
| 22 | SITI MUTMAINNAH | MA SILAHUL ULUM | X A | SALATIGA |
| 23 | SITI MUNAWAROH | MA SILAHUL ULUM | X A | TLOGOHARUM |
| 24 | YAYUN WIDAYANTI | MA SILAHUL ULUM | X A | JATIMULYO |
| 25 | MUHAMMAD* | SD WEDARIJAKSA | IV | WEDARIJAKSA |
| 26 | SITI FULANAH* | MTS BUSTANUL ULUM | VIII | PANGGUNGROYOM |
| 27 | MUHAMMAD FULAN* | MTS BUSTANUL ULUM | VIII | PANGGUNGROYOM |
| 28 | FATIMAH* | MI PANGGUNGROYOM | V | PANGGUNGROYOM |
| 29 | | | | |
Rabu, 28 April 2010
Daftar Penerima Bantuan
Hadist - Hadits tentang sodaqoh
2. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih).
3. Dari Abu Umamah r.a., Nabi saw. bersabda, “Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (Muslim).
4. Dari Uqbah bin Harits r.a., ia berkata, “Saya pernah shalat Ashar di belakang Nabi saw., di Madinah Munawwarah. Setelah salam, beliau berdiri dan berjalan dengan cepat melewati bahu orang-orang, kemudian beliau masuk ke kamar salah seorang istri beliau, sehingga orang-orang terkejut melihat perilaku beliau saw. Ketika Rasulullah saw. keluar, beliau merasakan bahwa orang-orang merasa heran atas perilakunya, lalu beliau bersabda, ‘Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tidak suka kalau ajalku tiba nanti, emas tersebut masih ada padaku sehingga menjadi penghalang bagiku ketika aku ditanya pada hari Hisab nanti. Oleh karena itu, aku memerintahkan agar emas itu segera dibagi-bagikan.” (Bukhari).
5. Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah saw. bersabda, “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris).” (H.r. Bukhari, Muslim).
6. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Seorang laki-laki dari Bani Israil telah berkata, ‘Saya akan bersedekah.’ Maka pada malam hari ia keluar untuk bersedekah. Dan ia a telah menyedekahkannya (tanpa sepengetahuannya) ke tangan seorang pencuri. Pada keesokan harinya, orang-orang membicarakan peristiwa itu, yakni ada seseorang yang menyedekahkan hartanya kepada seorang pencuri. Maka orang yang bersedekah itu berkata, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah jatuh ke tangan seorang pencuri.” Kemudian ia berkeinginan untuk bersedekah sekali lagi. Kemudian ia bersedekah secara diam-diam, dan ternyata sedekahnya jatuh ke tangan seorang wanita (ia beranggapan bahwa seorang wanita tidaklah mungkin menjadi seorang pencuri). Pada keesokan paginya, orang-orang kembali membicarakan peristiwa semalam, bahwa ada seseorang yang bersedekah kepada seorang pelacur. Orang yang memberi sedekah tersebut berkata, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah sampai ke tangan seorang pezina.” Pada malam ketiga, ia keluar untuk bersedekah secara diam-diam, akan tetapi sedekahnya sampai ke tangan orang kaya. Pada keesokan paginya, orang-orang berkata bahwa seseorang telah bersedekah kepada seorang kaya. Orang yang telah memberi sedekah itu berkata, “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedekah saya telah sampai kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya.” Pada malam berikutnya, ia bermimpi bahwa sedekahnya telah dikabulkan oleh Allah swt. Dalam mimpinya, ia telah diberitahu bahwa wanita yang menerima sedekahnya tersebut adalah seorang pelacur, dan ia melakukan perbuatan yang keji karena kemiskinannya. Akan tetapi, setelah menerima sedekah tersebut, ia berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang kedua adalah orang yang mencuri karena kemiskinannya. Setelah menerima sedekah tersebut, pencuri tersebut berhenti dari perbuatan dosanya. Orang yang ketiga adalah orang yang kaya, tetapi ia tidak pernah bersedekah. Dengan menerima sedekah tersebut, ia telah mendapat pelajaran dan telah timbul perasaan di dalam hatinya bahwa dirinya lebih kaya daripada orang yang memberikan sedekah tersebut. Ia berniat ingin memberikan sedekah lebih banyak dari sedekah yang baru saja ia terima. Kemudian, orang kaya itu mendapat taufik untuk bersedekah.”
7. Dari Ali r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi sedekah.”
8. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah swt. akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf. Dan bagi hamba yang tawadhu’ karena Allah swt., Allah swt. akan mengangkat (derajatnya). (Muslim)
9. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Ketika seseorang sedang berada di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, ‘Curahkanlah ke kebun Fulan.’ Maka bergeraklah awan itu, kemudian turun sebagai hujan di suatu tanah yang keras berbatuan. Lalu, salah satu tumpukan dari tumpukan bebatuan tersebut menampung seluruh air yang baru saja turun, sehingga air mengalir ke suatu arah. Ternyata, air itu mengalir di sebuah tempat di mana seorang laki-laki berdiri di tengah kebun miliknya sedang meratakan air dengan cangkulnya. Lalu orang tersebut bertanya kepada pemilik kebun, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?” Ia menyebutkan sebuah nama yang pernah didengar oleh orang yang bertanya tersebut dari balik mendung. Kemudian pemilik kebun itu balik bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menanyakan nama saya?” Orang itu berkata, “Saya telah mendengar suara dari balik awan, ‘Siramilah tanah Si Fulan,’ dan saya mendengar namamu disebut. Apakah sebenarnya amalanmu (sehingga mencapai derajat seperti itu)?” Pemilik kebun itu berkata, “Karena engkau telah menceritakannya, saya pun terpaksa menerangkan bahwa dari hasil (kebun ini), sepertiga bagian langsung saya sedekahkan di jalan Allah swt., sepertiga bagian lainnya saya gunakan untuk keperluan saya dan keluarga saya, dan sepertiga bagian lainnya saya pergunakan untuk keperluan kebun ini.” (Muslim).
10. Dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda, “Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan. Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.” Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau saw. menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala.” (Muttafaq ‘alaih)
Senin, 19 April 2010
Daftar Nama Yang Menjadi Donatur
- JAUHARI MUBAROK
- JUWAIRIYAH
- IWAN FADLI
- CAMID GODZALI
- MUCLIS MARWAN
- ADI PERNAMA
- ADI NUGROHO
- AGUNG HANDONO
- GADING PERSADA
- BAMBANG HARIYANTO
- NIKEN
- NURUL
- NN
- ESNAWATI
- HAFIDZ FATHONI
- DAMAR IKASARI
- AFIF FATQURRAHMAN
- RATIH PRIMA HAPSARI
- HADININGRUM HS
- CHAMID GHOZALI M NUR
- NURULLA
- ARIF BASUKI
Daftar Dana Dari Donatur
| No. | Tanggal | Debet | Kredit | Saldo | Keterangan |
| 1 | 10 Feb 2010 | - | 25.000.00 | 25.000.00 | |
| 2 | 18 Feb 2010 | - | 50.000.00 | 75.000.00 | |
| 3 | 02 Mar 2010 | - | 120.000.00 | 195.000.00 | |
| 4 | 04 Mar 2010 | - | 50.000.00 | 245.000.00 | |
| 5 | 04 Mar 2010 | - | 25.000.00 | 270.000.00 | |
| 6 | 18 Mar 2010 | - | 500.000.00 | 770.000.00 | |
| 7 | 20 Mar 2010 | - | 500.000.00* | 1.270.000.00 | |
| 8 | 27 Mar 2010 | - | 50.000.00 | 1.320.000.00 | |
| 9 | 28 Mar 2010 | - | 100.000.00 | 1.420.000.00 | |
| 10 | 04 Apr 2010 | 500.000.00* | - | 920.000.00 | ATM |
| 11 | 06 Apr 2010 | 200.000.00 | - | 720.000.00 | ATM |
| 12 | 13 Apr 2010 | - | 150.000.00 | 820.000.00 | |
| 13 | 14 Apr 2010 | 100.000.00 | - | 720.000.00 | ATM |
| 14 | 15 Apr 2010 | - | 100.000.00* | 820.000.00 | |
| 15 | 17 Apr 2010 | - | 50.000.00* | 870.000.00 | |
| 16 | 23 Apr 2010 | 300.000.00 | - | 570.000.00 | ATM |
| 17 | | | | | |
Minggu, 07 Februari 2010
Jodoh Dan Shodaqoh
Jodoh dan Shodaqoh
Membantu ta'aruf (perkenalan) di antara teman-teman dan akhirnya menikah buat saya adalah kebahagiaan tersendiri. Di antara sekian banyak pasangan yang sudah menikah, masih ada yang suka bersilaturahmi ke Rumah Amalia. Niat yang tulus membantu anak-anak Amalia tidak pernah terputus.
Dulu sebelum saya memperkenalkan mereka berdua, saya selalu menyarankan agar mendekatkan kepada jodohnya supaya sering-sering melakukan shodaqoh. Ikhwan itu bertanya, "Kenapa Mas Agus..saya harus sering bershodaqoh?"
Kemudian saya menjelaskan, ada seorang Sahabat, "Wahai Rasulullah, berilah kami resep hidup bahagia." Rasulullah menjawab, "Antashaddaqa wa anta shahiihun syakhikhun takhsya al-fakra wa ta'muli al-ghina." Artinya, Bersodaqohlah di kala kamu masih sehat, sementara hidup mu masih serba kekurangan dan kamu sendiri ingin menjadi kaya. (HR. Bukhori & Muslim).
Mengapa Rasulullah mendorong kita bershodaqoh ketika masih sehat? Sebab kenyatannya orang yang sehat itu sering tidak sadar, lupa bahwa sehat itu karunia Allah SWT. Lupa diri inilah pangkal dari tindakan ceroboh, sembrono, tidak hati-hati dan tentu juga kurang produktif. Biasanya, kesadaran akan berbuat baik, termasuk bershodaqoh, baru muncul ketika kita dalam kesulitan, penderitaan atau terdesak. Begitu menyadari punya banyak dosa muncul keinginan taubat, berniat untuk memperbanyak shodaqoh sebagai ungkapan syukur jika nanti sudah dapat jodoh, bila sudah sembuh atau bila nanti sudah jadi orang kaya.
Alhamdulillah, sejak Ikhwan rajin bershodaqoh, saya memperkenalkan kepada seorang akhwat, tidak sampai tiga bulan akhirnya mereka bersepakat untuk menikah beberapa bulan kemudian. Barakallahu lakum..
Jadi, segerakanlah diri bershodaqoh!
Narasumber dirahasiakan.....
Wassalam,


